Rabu, 24 Oktober 2012

SURAT ANANDA UNTUK IBUNDA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh Ter…untuk Ayah dan Bundaku tersayang… Dear Bunda… Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja…izam juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang banget deh sama izam. Allah juga yang menyuruh izam menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta izam sama bunda…. Bunda, ingin sekali izam menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk izam diami walaupun hanya sesaat… Bunda, sebenarnya izam ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran izam , jadi sebagai anak yang baik,izam pun rela menukarkan kehidupan izam demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan izam, sakit banget bunda….badan izam rasanya seperti tercabik-cabik… dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati izam, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi iizam tidak kecewa kok bunda… karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan izam untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan izam dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya. Bunda,izam mau cerita, dulu izam pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan izam saat izam masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan izam sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama izam? Bunda tidak ingin mencium izam? Atau jangan-jangan karena nanti izam rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang… kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram… anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah… izam bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses izam bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi.izam semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam. Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan izam tapi izammau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat izam jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir izam dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan izam hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, izam bawel banget… nanti saja, izam tanyakan bunda kalau kita ketemu Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan izam ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal izam di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda…minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya…yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda. Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama izam, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya…di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu izam menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ…. izam sayang bunda… izam kangen dan ingin bertemu bunda… izam ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan izam ingin kita tinggal bersama di syurga… izam takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu… Lalu, dengan lembut malaikat berkata… nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka… sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu. Saat mendengar itu, segera saja izam menulis surat ini untuk bunda, menurut izam Allah itu baik banget bunda…. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha… bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini… nanti izam jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh… izam janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda… antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti izam bisa ketemu kalian. Bunda, kasih kesempatan buat izam ya…. biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, izam juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik izam mengalami nasib yang sama dengan izam, biarlah izam saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak. Sudah dulu ya bunda… izam mau main-main dulu di syurga…. izam tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini… izam sayang banget sama bunda….muach! Wasalamualaikum Wr.Wb —————————— ———- —— STOP SEX BFORE MARRIED… AVOID to ABORTION…!!!!!

Kamis, 08 Desember 2011

TENTANG MASA LALU


Q masih ingat saat pagi itu…
Jam masih menunjukkan pukul 6 kurang..
Sekolah masih sepi,,
Q hanya terdiam di depan kelasmu..
Berharap kau tiba2 datang, menyimpan tasmu..
Lalu menghampiriku..
Tapi itu hanya imaji ku saja..
Lagipula kelasmu masih kosong..
dan hari masih terlalu pagi untuk mu datang,,
Kamu kan sering kesiangan atau datang tepat saat bel sekolah masuk..
Huh.. Ku hanya tersenyum memandangi bangku tempatmu duduk,
Membayangkan kau sedang dudk di sana..
Manis nya…

Waktu itu istirahat sekolah Jam 10.00
ku nanti dengan sabar di kelasku..
Rasanya sudah tak sabar ingin segera keluar kelas,
Melihat lagi kelasmu dan berharap kamu ada di sana..
Toh kita sebelahan kelas,,
ku kelas 9F, kamu kelas 9G..
Lama rasanya waktu berjalan..
sungguh Q ingin dapat menatapmu hari itu..
Melihat matamu yg slalu memancarkan getaran cinta di hatiku...
Menatap wajahmu yg slalu menciptakan perasaan aneh di jiwaku..

Huh… Ayolah bel !!!
Dan kringgg…
Bel berbunyi..
Tapi Bummm… Kau tak ada di kelasmu..
Walau dapat ku pastikan tas mu ada disana..
“Mungkin jajan dengan teman2nya”, Batinku..
Baiklah.. Q simpan sepotong inginku melihatmu..
Q sembunyikan seujung rinduku padamu..

Bel pulang berbunyi..
Q kluar kelas dgn sdikit harap menjumpaimu di kelasmu,,
Tapi lagi2 harapku surut karena kamu ga ada disana..
Huh..anak2 kelasmu juga tinggal beberapa orang..
Mungkin besok..baru aku bisa bertemu dengannya, Fikir optimisku..
Tapi saat Q berjalan menuju gerbang sekolah..
Q terkejut karena kau ada disana..
Manisnya kau menungguku pulang..
Lalu kita berjalan bersama..
Waktu itu aku masih kelas 9 MTs,
waLau hanya berjalan bersama itu menjadi hal yg sangat istimewa bagiku..
Dan bahagianya kau ada di sampingku..

kita susuri jaLan antara sekolah dan Jalan raya tempat kita akan berpisah karena arah rumah kita yg berbeda..
Jantungku tak bisa berdetak stabil kala itu..
Tapi Q tahan sebisaku…

Apa kau masih ingat ???
Saat kau slalu memintaku mengantarmu menyebrang..
kau takut tertabrak jika harus menyebrangi jalan raya Kota babat yg slalu Padat saat bubaran sekolah..
kau pegang lenganku saat itu..
Lalu tak sadar kau telah memegang jemariku..
Hatiku langsung meletup saat itu..
Dan itulah kali pertama dan terakhir kau menyentuhku..
Dan itu sudah hampir 4 tahun yg lalu..
saat cinta masih bersemi manis di lubuk jiwa kita..
Dan sekarang mungkin semua telah berbeda,,
Mungkin juga sudah tak kau ingat lagi kisah ini..
Tapi cinta ini masih membeku abadi..

Kamis, 30 Juni 2011

DALAM LINGKARAN TASBIH CINTA

Ketika lubuk terkecup asmara
Siapa daya membendung gemuruhnya
Namun luka yang telah menganga
Tak akan sanggup menghalang hakikat cinta

Di ujung utara pulau jawa
Pujangga cinta dan dara jelita
Rela merana demi membuktikan getar getar cinta
Dunia dan kilau permata
Tak akan mampu menghibur sang pujangga

Teras hati gersang kerotan serasa
Hanya seulas senyum sang dara
Mampu membuat bualan mimpinya
Terjaga dalam lingkaran tasbih cinta

Seulas senyum senja, membentang memenuhi hamparan cakrawala, dercak-dercak jingganya menebar merata menghiasi angkasa raya. Salah satu lukisan ilahi yang mempesona. lutfi yang sudah dua tahun nyantri di bumi lantani tersenyum penuh suka cita, hatinya riang gembira tak henti hentinya iya memandang kota tuban, tanah kelahiranya.’’sebentar lagi’’ pikirnya ketika bus mutiara singgah di terminal kota tuban. Tiada yang membuatnya lebih bahagia dari pada liburan.
Setelah salam salaman sama orang tua, saudara-saudara , dan semua famili, tak lupa pada tetangga dekat, lutfi yang memang bertampang kece itu melepas penatnya di belakang rumah yang penuh dengan taman hias.
‘’assalamualaikum’’ tegur seseorang yang begitu iya kenal
‘’Waalaikum salam’’ hai farid! Gimana, wah tambah gemuk aja nich....’’
‘’eh lut, tau nggak entar malem ada pengajian nich, tempatnya di rumah H. Syafi’i, seberang jalan tuh!... farid menunjuk rumah di pinggir jalan raya yang di bentangi dengan pagar yang besar bak istana
‘’Em... insya allah’’ jawab lutfi datar.
‘’pokoknya kamu harus datang, ok! Udah ya, assalamualaikum’’
‘’Waalaikum salam” lutfi hanya tersenyum simpul lihat sahabatnya lenggak lenggok berlalu. Biasa “jemblong” tuh!.
***
Acara tasyakuran di rumah H. syafi’i tampak meriah. Trman temanya yang mayoritas wong kopyahan atau jilbaban tampak bersuka cita, terhanyut oleh lantunan nasyid annabawiyah lantany. Tak ketinggalan lutfi tampak bersahaja dengan setelan baju takwa putih. Mereka adalah keluaga islami yang memancarkan cahaya keimanan dan berkah dari setiap sisi dinding rumahnya. Sebelum acara selesai, lutfi berkenalan dengan seorang dara jelita, sepasang permata yang tidak pernah di temui oleh penyelam di sepanjang samudra. “siti zulaikhah”, begitu iya menyebutkan nama. Lutfi tidak dapat berkata, ia hanya menahan gemuruh lubuk hati yang kian membahana. “ lutfi mabruri” , puteri jelita itupun mempunyai getar-getar samar di sudut hatinya. Zulaikhah hanya menundukan kepala, cahaya aura lutfi telah memenjarakan hatinya.
Walau pada pandanga pertama kedua detak hati insan ini tak bisa berdusta, bara asmara telah menyala dan berkobar menerangi istana cinta. Tak ada kata terucap, hanya isyarat kerlingan mata yang syahdu memenuhi waktu mereka, sampai acara selesai.
***
Waktu tak pernah berhenti menelan ruang kisah manusia. Lutfi dan zulaikhah, walaupun hanya merangkai bayangan syahdu, mereka bahagia dan tidak lelah merajut siang dengan syair-syair indah membingkai malam dengan lagu-lagu rindu.
“duhai khusni, bantulah hamba yang lemah ini”
“emang ada apa?” khusni tampak mengerutkan kening, wajah sobatnya pucat.
“kamu sakit?” sambungnya lagi.
“karena sakit ini aku menemukan kenikmatan yang tiada tara, suatu kelezatan yang terilham dari syurga.” . mimik muka lutfi serius, khusni hanya melongo heran.
“kenapa nih anak,” pikirnya dalam hati.
“tolong serahkan surat ini pada zulaikhah” tangan lutfi gemetar menyerahkan surat pada khusni.
“oh,.. ini ta masalahnya, kirain ada apa. Ok deh !”
“sampaikan salamku padanya”, suara lutfi kian serak ada titik linang tertahan di pelupuknya.
Setelah khusni berlalu, lutfi tak mampu menahan air mata, ia menangis karena bahagia, sepatah sayapnya telah di bawa oleh khusni tuk di persembahkan pada sang kekasih.
“zul, ini dari lutfi, dia juga nitip salam buat kamu” khusni menyerahkan sepucuk surat pada zulaikhah dan langsung pamit pulang.

Teruntuk adinda siti zulaikhah
Duhai sepasang sayap rinduku.
Ketika siul camar mendenting.
Dawai-dawai asmara.
Seisi alam teriak cemburu.
Saat ku rengkuh lukisan indah senyumu.

Duhai belahan sanubari.
Saat waktu mulai menghapus kisahku.
Kutemukan bias rinduku untukmu.
Hingga tak henti alam mimpiku.
Mengukir percik percik kilau auramu.

Duhai separuh nafasku.
Hesrat hati merangkai kisah mempesona.
Bersama sang adinda, menelusuri indahnya taman nirwana.
Harap hati bingkai asa ini tak terlalu maya tuk jadi nyata
Maukah dinda merajut serat-serat rindu bersama musafir cinta ini?.

Makhluk lemah, lutfi mabruri.

Brak!!, zulaikhah tak sadarkan diri, panah-panah rindu telah menusuk dan merobek-robek pikiran jernihnya. Setelah sadar, dengan langkah lunglai ia mengambil wudhu, lalu shalat dua rakaat. Dalam doa ia menangis sejadi jadinya “ Robby,.. engkau maha mengerti walau hanya sebisik hati, haruskah diri menghabiskan sisa akhir nafas hidupku, hanya terpaku merindu, membiarkan diri lupa akan kehangatan kasih-Mu. Robby... segarkanlah gersang lubuk dengan tetesan agung rahmatmu, sungguh nirwana cinta telah menghabiskan waktu tuk bercumbu bersama-Mu... amiin..”
Sekali lagi zulaikhah pingsan, mukenanya basah oleh air mata yang menghiasi cawan cintanya yang telah mengekang detak jantungnya.
***
Di ufuk timur nan jauh di sana, sang fajar masih tersenyum elok menghiasi tebing-tebing cakrawala bersama lelehan air mata, zulaikhah menulis balasan surat pada lutfi.segala rasa, segala cinta , segala duka ia tumpahkan pada secarik kertas di hadapanya. Setelah selesai ia mencium beberapa kali sebelum di titipkan pada khusni.
“ ya robby.... selamatkanlah dia sampai tujuan, karena dia membawa separuh nafasku. Amiin...” ratap zulaikhah pada relung hatinya.

Buat insan yang ku puja
Atas nama cinta...
Yang telah mengukir prasasti-prasasti suci.
Di retak dan dinding sanubari.
Hanya seulas senyum sang kekasih dinanti.
Ketika beratus kali angan tersuruk-suruk.
Menelusuri dimensi dengan segenggam sunyi.
Duhai musafir cinta...
Di setiap langkahmu ku dengar.
Dentingan syair-syair rindu yang tulus.
Berirama bersama alunan lagu.
Yang menyatukan cinta dan rindu.
Wahai pelipur laraku.
Di saksikan siraman sang purnama.
Mari kita meneguk rasa di cawan cinta.
Tuk mengikrarkan satu kata cinta
Semoga perjalanan kita nanti di ridhoi Allah sang maha adidaya.
Amiin...
Perindumu.

Di iringi derai air mata, ia bersujud syukur, syukur atas panah cintanya yang terarah.
Tepuk cintanya Tak sebelah.
“ ya ilahi... dzat yang maha mengetahui segala detak-detak hati hamba. Bukan maksud hamba memadumu, diri tak punya daya tuk berpaling dari lukisan syurga yang engkau ilhami.”
Lutfi hanya bisa mengadu pada sang rab nya. Tak mungkin ia menemui sang kekasih untuk mengobati sakit rindu, karena syariat melarangnya. Memang tidak ada kata toleransi dalam agama islam tuk memperbolehkan pacaran. Wow ....! tak terasa 14 hari terlewati lutfi dan zulaikhah memadu kasih, merangkai rindu hanya melewati tarian pena, namun mereka tetap bahagia merajut kasih di “alam maya”.
Seharian lutfi nampak gelisah, karena besok sudah harus balik ke PPS, dalam hatinya ada dua sisi yang berkecambuk, “antara cita-cita atau pesona cinta”. Tak ada jawaban atas pertanyaan hatinya. Hari rabu tanggal 24 R. Awal, ia memutuskan balik tepat waktu ke PPS. Yach...! demi tholabul ilmi, ia bungkus cintanya dengan harapan yang mulia, demi syiar agama ia kekang gumuruh jiwanya dengan tasbih dan istighfar. Demi cita-cita suci ia bingkai rindunya dengan dzikir dan sholawat.
Sebelum berangkat, lutfi menemui khusni yang telah membawa rindunya pada zulaikhah. “selamat jalan sauaraku, insya allah dengan mendekatkan diri pada sang khalik engkau mampu meredam nafsu cintamu” ucap khusni lirih, mereka tak mampu menahan air mata dalam rangkulan dua sahabat fillah. Khusni sekarang menuju rumah zulaikhah, surat terakhir dari lutfi ia pegang erat-erat, ada perasaan iba dan bangga pada perjalanan cinta kedua insan ini.

Buat habibah fillah
Habibi....
bersamamu hati menemukan kasih syahdu.
Barsamamu angan merasakan hangatnya rindu.
Bersamamu asa merangkai serat-serat rasa.
Bersamamu jiwa membingkai kasih mempesona.

Kasihku....
Selama angin musim semi menggoyangkan helai-helai cendan.
Tak kan henti denyut nadiku merajut indah di hela aksara namamu.
Demi semua penghuni semesta.
selama hempas semilir senja, Tak lelah melambaikan janur kelapa.
Menghabiskan waktu merangkuh rindu.

Sekarang yach... sekarang...
Mungkin kita harus meregangkan rindu ataupun cinta yang menggebu.
Demi cinta demi masa depan yang bercahaya.
Insya allah kita akan sebenderangpurnama

Kasihmu
Lutfi mabruri.

“selamat jalan pangeranku... moga kita menemukan sisa-sisa percik rahmatnya. Insya allah sampai kapanpun aku akan menunggumu wahai pujaanku”. Dengan cucuran air mata zulaikhah mengecup lembut surat terakhir dari pujaanya.

DALAM LINGKARAN TASBIH CINTA

Ketika lubuk terkecup asmara
Siapa daya membendung gemuruhnya
Namun luka yang telah menganga
Tak akan sanggup menghalang hakikat cinta

Di ujung utara pulau jawa
Pujangga cinta dan dara jelita
Rela merana demi membuktikan getar getar cinta
Dunia dan kilau permata
Tak akan mampu menghibur sang pujangga

Teras hati gersang kerotan serasa
Hanya seulas senyum sang dara
Mampu membuat bualan mimpinya
Terjaga dalam lingkaran tasbih cinta

Seulas senyum senja, membentang memenuhi hamparan cakrawala, dercak-dercak jingganya menebar merata menghiasi angkasa raya. Salah satu lukisan ilahi yang mempesona. lutfi yang sudah dua tahun nyantri di bumi lantani tersenyum penuh suka cita, hatinya riang gembira tak henti hentinya iya memandang kota tuban, tanah kelahiranya.’’sebentar lagi’’ pikirnya ketika bus mutiara singgah di terminal kota tuban. Tiada yang membuatnya lebih bahagia dari pada liburan.
Setelah salam salaman sama orang tua, saudara-saudara , dan semua famili, tak lupa pada tetangga dekat, lutfi yang memang bertampang kece itu melepas penatnya di belakang rumah yang penuh dengan taman hias.
‘’assalamualaikum’’ tegur seseorang yang begitu iya kenal
‘’Waalaikum salam’’ hai farid! Gimana, wah tambah gemuk aja nich....’’
‘’eh lut, tau nggak entar malem ada pengajian nich, tempatnya di rumah H. Syafi’i, seberang jalan tuh!... farid menunjuk rumah di pinggir jalan raya yang di bentangi dengan pagar yang besar bak istana
‘’Em... insya allah’’ jawab lutfi datar.
‘’pokoknya kamu harus datang, ok! Udah ya, assalamualaikum’’
‘’Waalaikum salam” lutfi hanya tersenyum simpul lihat sahabatnya lenggak lenggok berlalu. Biasa “jemblong” tuh!.
***
Acara tasyakuran di rumah H. syafi’i tampak meriah. Trman temanya yang mayoritas wong kopyahan atau jilbaban tampak bersuka cita, terhanyut oleh lantunan nasyid annabawiyah lantany. Tak ketinggalan lutfi tampak bersahaja dengan setelan baju takwa putih. Mereka adalah keluaga islami yang memancarkan cahaya keimanan dan berkah dari setiap sisi dinding rumahnya. Sebelum acara selesai, lutfi berkenalan dengan seorang dara jelita, sepasang permata yang tidak pernah di temui oleh penyelam di sepanjang samudra. “siti zulaikhah”, begitu iya menyebutkan nama. Lutfi tidak dapat berkata, ia hanya menahan gemuruh lubuk hati yang kian membahana. “ lutfi mabruri” , puteri jelita itupun mempunyai getar-getar samar di sudut hatinya. Zulaikhah hanya menundukan kepala, cahaya aura lutfi telah memenjarakan hatinya.
Walau pada pandanga pertama kedua detak hati insan ini tak bisa berdusta, bara asmara telah menyala dan berkobar menerangi istana cinta. Tak ada kata terucap, hanya isyarat kerlingan mata yang syahdu memenuhi waktu mereka, sampai acara selesai.
***
Waktu tak pernah berhenti menelan ruang kisah manusia. Lutfi dan zulaikhah, walaupun hanya merangkai bayangan syahdu, mereka bahagia dan tidak lelah merajut siang dengan syair-syair indah membingkai malam dengan lagu-lagu rindu.
“duhai khusni, bantulah hamba yang lemah ini”
“emang ada apa?” khusni tampak mengerutkan kening, wajah sobatnya pucat.
“kamu sakit?” sambungnya lagi.
“karena sakit ini aku menemukan kenikmatan yang tiada tara, suatu kelezatan yang terilham dari syurga.” . mimik muka lutfi serius, khusni hanya melongo heran.
“kenapa nih anak,” pikirnya dalam hati.
“tolong serahkan surat ini pada zulaikhah” tangan lutfi gemetar menyerahkan surat pada khusni.
“oh,.. ini ta masalahnya, kirain ada apa. Ok deh !”
“sampaikan salamku padanya”, suara lutfi kian serak ada titik linang tertahan di pelupuknya.
Setelah khusni berlalu, lutfi tak mampu menahan air mata, ia menangis karena bahagia, sepatah sayapnya telah di bawa oleh khusni tuk di persembahkan pada sang kekasih.
“zul, ini dari lutfi, dia juga nitip salam buat kamu” khusni menyerahkan sepucuk surat pada zulaikhah dan langsung pamit pulang.

Teruntuk adinda siti zulaikhah
Duhai sepasang sayap rinduku.
Ketika siul camar mendenting.
Dawai-dawai asmara.
Seisi alam teriak cemburu.
Saat ku rengkuh lukisan indah senyumu.

Duhai belahan sanubari.
Saat waktu mulai menghapus kisahku.
Kutemukan bias rinduku untukmu.
Hingga tak henti alam mimpiku.
Mengukir percik percik kilau auramu.

Duhai separuh nafasku.
Hesrat hati merangkai kisah mempesona.
Bersama sang adinda, menelusuri indahnya taman nirwana.
Harap hati bingkai asa ini tak terlalu maya tuk jadi nyata
Maukah dinda merajut serat-serat rindu bersama musafir cinta ini?.

Makhluk lemah, lutfi mabruri.

Brak!!, zulaikhah tak sadarkan diri, panah-panah rindu telah menusuk dan merobek-robek pikiran jernihnya. Setelah sadar, dengan langkah lunglai ia mengambil wudhu, lalu shalat dua rakaat. Dalam doa ia menangis sejadi jadinya “ Robby,.. engkau maha mengerti walau hanya sebisik hati, haruskah diri menghabiskan sisa akhir nafas hidupku, hanya terpaku merindu, membiarkan diri lupa akan kehangatan kasih-Mu. Robby... segarkanlah gersang lubuk dengan tetesan agung rahmatmu, sungguh nirwana cinta telah menghabiskan waktu tuk bercumbu bersama-Mu... amiin..”
Sekali lagi zulaikhah pingsan, mukenanya basah oleh air mata yang menghiasi cawan cintanya yang telah mengekang detak jantungnya.
***
Di ufuk timur nan jauh di sana, sang fajar masih tersenyum elok menghiasi tebing-tebing cakrawala bersama lelehan air mata, zulaikhah menulis balasan surat pada lutfi.segala rasa, segala cinta , segala duka ia tumpahkan pada secarik kertas di hadapanya. Setelah selesai ia mencium beberapa kali sebelum di titipkan pada khusni.
“ ya robby.... selamatkanlah dia sampai tujuan, karena dia membawa separuh nafasku. Amiin...” ratap zulaikhah pada relung hatinya.

Buat insan yang ku puja
Atas nama cinta...
Yang telah mengukir prasasti-prasasti suci.
Di retak dan dinding sanubari.
Hanya seulas senyum sang kekasih dinanti.
Ketika beratus kali angan tersuruk-suruk.
Menelusuri dimensi dengan segenggam sunyi.
Duhai musafir cinta...
Di setiap langkahmu ku dengar.
Dentingan syair-syair rindu yang tulus.
Berirama bersama alunan lagu.
Yang menyatukan cinta dan rindu.
Wahai pelipur laraku.
Di saksikan siraman sang purnama.
Mari kita meneguk rasa di cawan cinta.
Tuk mengikrarkan satu kata cinta
Semoga perjalanan kita nanti di ridhoi Allah sang maha adidaya.
Amiin...
Perindumu.

Di iringi derai air mata, ia bersujud syukur, syukur atas panah cintanya yang terarah.
Tepuk cintanya Tak sebelah.
“ ya ilahi... dzat yang maha mengetahui segala detak-detak hati hamba. Bukan maksud hamba memadumu, diri tak punya daya tuk berpaling dari lukisan syurga yang engkau ilhami.”
Lutfi hanya bisa mengadu pada sang rab nya. Tak mungkin ia menemui sang kekasih untuk mengobati sakit rindu, karena syariat melarangnya. Memang tidak ada kata toleransi dalam agama islam tuk memperbolehkan pacaran. Wow ....! tak terasa 14 hari terlewati lutfi dan zulaikhah memadu kasih, merangkai rindu hanya melewati tarian pena, namun mereka tetap bahagia merajut kasih di “alam maya”.
Seharian lutfi nampak gelisah, karena besok sudah harus balik ke PPS, dalam hatinya ada dua sisi yang berkecambuk, “antara cita-cita atau pesona cinta”. Tak ada jawaban atas pertanyaan hatinya. Hari rabu tanggal 24 R. Awal, ia memutuskan balik tepat waktu ke PPS. Yach...! demi tholabul ilmi, ia bungkus cintanya dengan harapan yang mulia, demi syiar agama ia kekang gumuruh jiwanya dengan tasbih dan istighfar. Demi cita-cita suci ia bingkai rindunya dengan dzikir dan sholawat.
Sebelum berangkat, lutfi menemui khusni yang telah membawa rindunya pada zulaikhah. “selamat jalan sauaraku, insya allah dengan mendekatkan diri pada sang khalik engkau mampu meredam nafsu cintamu” ucap khusni lirih, mereka tak mampu menahan air mata dalam rangkulan dua sahabat fillah. Khusni sekarang menuju rumah zulaikhah, surat terakhir dari lutfi ia pegang erat-erat, ada perasaan iba dan bangga pada perjalanan cinta kedua insan ini.

Buat habibah fillah
Habibi....
bersamamu hati menemukan kasih syahdu.
Barsamamu angan merasakan hangatnya rindu.
Bersamamu asa merangkai serat-serat rasa.
Bersamamu jiwa membingkai kasih mempesona.

Kasihku....
Selama angin musim semi menggoyangkan helai-helai cendan.
Tak kan henti denyut nadiku merajut indah di hela aksara namamu.
Demi semua penghuni semesta.
selama hempas semilir senja, Tak lelah melambaikan janur kelapa.
Menghabiskan waktu merangkuh rindu.

Sekarang yach... sekarang...
Mungkin kita harus meregangkan rindu ataupun cinta yang menggebu.
Demi cinta demi masa depan yang bercahaya.
Insya allah kita akan sebenderangpurnama

Kasihmu
Lutfi mabruri.

“selamat jalan pangeranku... moga kita menemukan sisa-sisa percik rahmatnya. Insya allah sampai kapanpun aku akan menunggumu wahai pujaanku”. Dengan cucuran air mata zulaikhah mengecup lembut surat terakhir dari pujaanya.

Selasa, 03 Mei 2011

PATAH HATI BIKIN FISIK SAKIT

Tahukah Anda, patah hati dapat menyebabkan fisik ikut-ikutan sakit. Pasalnya, daerah yang sama di otak yang diaktifkan ketika orang mengalami sakit di tubuh mereka, juga menjadi aktif ketika orang merasa ditolak seseorang yang mereka cintai.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang perasaannya hancur akibat kisah percintaannya juga dapat merasakan sakit fisik yang sebenarnya, kata Psikolog Universitas Michigan, Ethan Kross, yang juga merupakan penulis utama penelitian yang dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
Kross, asisten profesor di Departemen psikologi, bekerja sama dengan rekan-rekannya dan peneliti di Columbia University dan University of Colorado-Boulder untuk merekrut 40 orang-orang yang telah mengalami perpisahan alias putus cinta selama enam bulan terakhir. Semua mengatakan putus cinta mengarahkan perasaan penolakan dan rasa sakit.
Peserta menjalani scan functional magnetic resonance imaging (MRI) saat mereka:
Melihat foto mantan pasangan mereka-dan berpikir tentang apa yang mereka rasakan selama perpisahan mereka.
Melihat foto seorang teman dan berpikir tentang pengalaman positif baru-baru ini dengan orang itu.
Memakai perangkat yang menciptakan sensasi rasa sakit yang lumayan untuk mengukur reaksi sakit fisik.
Para peneliti membandingkan temuan dengan 500 scan tanggapan otak orang lain untuk sakit fisik, emosi, dan proses psikologis lain. "Kami menemukan bahwa pengalaman penolakan sosial mengaktifkan daerah otak yang terlibat dalam pengalaman indrawi rasa sakit fisik," kata Kross.
Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan baik penolakan dan penderitaan fisik mengaktifkan kelompok daerah otak yang terlibat dalam emosi negatif. "Pikiran, otak dan tubuh terkait erat," kata Kross. "Temuan ini mungkin memberitahukan bagaimana patah hati dan penolakan dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit fisik dan gangguan".
Mark Leary, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di Duke University yang telah mempelajari perasaan sakit, mengatakan hubungan antara rasa sakit dan patah hati masuk akal.
"Kami termotivasi untuk menjaga hubungan baik dan mencoba untuk memperbaiki mereka ketika masalah muncul karena putus dan penolakan yang menyebabkan terluka. Yakni dengan cara menjaga agar kita selaras dengan kualitas hubungan kita. "
Naomi Eisenberger, asisten profesor psikologi di UCLA, mengatakan penelitiannya menunjukkan bahwa mengambil Tylenol, penghilang rasa sakit fisik, dapat mengurangi rasa sakit patah hati dan pengucilan sosial.
Ia belum mempelajari penggunaannya untuk patah hati, tapi dia mengatakan penelitian terbaru yang terus menyoroti fakta bahwa manusia merupakan spesies yang luar biasa dalam bersosial, begitu banyak sehingga penolakan sosial diinterpretasikan oleh otak yang berbahaya karena merusakkan tubuh alias sakit fisik.

Minggu, 10 April 2011

5 manfaat baik ciuman bibir

Berciuman tentu hal yang sangat menyenangkan. Saat itulah kita merasa begitu menyatu dengan pasangan, mampu merasakan debar jantung dan hembusan nafas-nya. Bersatu-nya bibir dan lidah yang kita anggap terjadi gitu aja saat kita merindukan si dia, ternyata memiliki banyak makna. Kamu ingin tahu manfaat baik-nya untuk tubuh Kamu? :-/
Berikut adalah manfaat baik ciuman untuk tubuh kamu seperti yang dikutip dari KOMPAS.com :
1. Berciuman bisa mendorong imunitas.
Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan “kebutaan pada bayi” dan “cacat lahir” lain-nya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.
2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik.
Bagaimana mungkin? Anthropolog Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai “alat penilai pria”. Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Saat Kamu mencium seseorang, bukankah Kamu bisa melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaan-nya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu “iklan” yang mendalam mengenai siapa Kamu, apa yang Kamu inginkan, dan apa yang bisa Kamu berikan.
3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat.
Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.
4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami.
Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.
5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. Berciuman dapat membakar kalori.
Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 – 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan kalo Kamu melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Kamu mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Kamu makan sebelumnya.
Ternyata banyak manfaat yang baik juga tuh, jadi silahkan kamu sering2 ciuman sama si dia, kapanpun dan dimanapun kamu suka..

Rabu, 23 Februari 2011

SAHABAT SEJATI


Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda
saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **